Rabu, 16 April 2014

Makalah Abad Pertengahan (Kegelapan)



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Abad pertengahan bermula dari runtuhnya imperium Romawi, yaitu pada 395, sampai jatuhnya Konstatinopel ke Tangan Turki pada 1453. Sebagian ilmuan menyebutfase ini dengan zaman kegelapan. Hal ini karena banyaknya sisi negatif di berbagai bidang pada zaman ini. Abad Pertengahan merupakan abad kebangkitan religi di Eropa. Pada masa ini agama berkembangan dan mempengaruhi hampir seluruh kegiatan manusia, termasuk pemerintahan. Sebagai konsekuensinya, sains yang telah berkembang di zaman klasik dipinggirkan dan dianggap lebih sebagai ilmu sihir yang mengalihkan perhatian manusia dari ketuhanan.
            Pada abad pertengahan, Eropa dilanda Zaman kelam (Dark Ages). Hal ini karena masyarakat Eropa menghadapi kemunduran intelektual. Menurut Ensiklopedia Amerikana, zaman ini berlangsung selama 600 tahun, dan bermula antara zaman kejatuhan kerajaan Romawi dan berakhhir dengan kebangkitan intelektual pada abad ke-15 M. Dark Ages juga dimaksudkan ketiadaan prospek yang jelas bagi masyarakat Eropa. Keadaan ini merupakan wujud tindakan dan cengkraman kuat pihak gereja yang sangat berpengaruh. Gereja serta para pendeta mengawasi pemikiran masyarakat, termasuk dalambidang politik. Mereka berpendapat hanya gereja saja yang layak untuk menentukan kehidupan, pemikiran, politik dan ilmu pengetahuan. Akibatnya, kaum cendikiawan yang terdiri atas ahli – ahli sains ditekan dan dikawal ketat. Pemikirkaran mereka ditolak. Siapa pun yang mengeluarkan teori bertentangan dengan pandangan gereja akan ditangkap dan didera bahkan dibunuh.
            Pikiran ini, terimplementasi melalui teori yang dikeluarkan oleh Thomas Aquinas, seorang ahli filsafat yakni “negara wajib tunduk pada pihak gereja”. St Augustine sebelumnya juga berpendirian demikian. Manakala Dante Alighieri (1265-1321) berpendapat kedua-dua kuasa itu hendaklah masing – masing berdiri sendiri, dan mestilah bekerja sama untuk mewujudkan kebijakan bagi manusia (Lynch,1992, 172-174).
             Pada abad pertengahan wilayah agama dan dunia terpisah total satu dengan yang lain. Tidak ada peluang bagi ekspansi satu terhadap yang lain atau pembauran antara keduanya. Seorang manusia kalau tidak ‘melangit’ harusla ‘membumi’, atau kalau tidak meyakini kekuasaan alam gaib terhadap egala urusan hhidupnya, dia harus memutuskan hubungan secara total dengan tuhan dan roh – roh kudus. Jika ia menghargai jasmani dan urusan materinya maka dia bukan lagi seorang rohaniawan dan berarti telah memutuskan hubungan dengan Tuhan.
            Kerangka berpikir yang dominan pada abad pertengahan dan tekanan kuat para elite gereja yang menganggap dirinya pengawas tatanan yang menguasai dunia dan telah menginterogasi ideologi para ilmuan abad Pertengahan berakhir pada abad ke-15 dan kemudian disusul dengan zaman Renaisans (Renaissance).          
Karakteristik Abad Pertengahan
Zaman ini ditandai dengan tampilnya para teolog di lapangan ilmu pengetahuan. Para ilmuan tersebut hampir semua adalah para teolog. Akibatnya, aktifitas ilmiah selalu di kaitkan dengan aktifitas keagamaan. Semboyan yang berlaku bagi ilmu pada masa itu adalah ancilla thologia yang artinya abdi agama.
Zaman pertengahan juga dinamakan abad kegelapan atau (sardiman,1996:76). Hal ini disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman Yunani-Romawi menjadi terhenti di eropa. Pada waktu itu agama kristen berkembang di eropa. Kekuasaan gereja begitu doinan dan sangat menentukan kehidupan di Eropa. Semua kehidupan harus di atur dengan doktrin gereja atau hukum dan ketentuan tuhan. Gereja tidak memeberikan kebebasan berfikir. Hal ini telah menyebabkan kemunduran bagi perkembangan pengetahuan.
Sains dan filsafat pada zaman pertengahan lebih merupakan warisan dari kebudayaan Yunani yang terdiri atas ulasan-ulasan atau komentar-komentar terhadapkarya-karya Plato dan Aristoteles.secara keseluruhan,pandangan awam yang di bawah oleh sains zaman pertengahan masih merupakan lanjutan dari pandangan alam yang terkandung dalam sains dan filsafat Plato dan Aristolteles.
Selanjutnya,kemajuan sains di barat melibatkan satu proses yang aneh dan paradoksial,yaitu melibatkan penolakan sains dan filsafat Yunani dan memunculkan sains dan pandangan alam yang bersifat mekanistik,eksperimental,dan ulititarian. Bagaiman hal ini terjadi ? apakah faktor sosial-budaya yang mengakibatkan hal ini menjadi bahan kajian ahli-ahli sejarah dan sosiologi sains di Barat seperti Max Weber, Robert Merton,dan joseph Ben-david. Perkembangan ini juga merupakan satu episode penting dalam sejarah modern Barat.
1.2  Rumusan Masalah
2.      Apa itu abad pertengahan?
3.      Bagaimana Latar Belakang abad pertengahan?
4.      Bagaimana pandangan tentang Abad Pertengahan?

1.3  Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui apa itu Abad Pertengahan.
2.      Untuk mengetahui bagaimana latar belakang abad pertengahan dan bagaimana pandangan tentang abad pertengahan.













BAB II
PEMBAHASAN
SEJARAH ABAD PERTENGAHAN
2.1  Pengertian Abad Pertengahan
Abad Pertengahan Awal berlangsung setelah runtuhnya Romawi, kira-kira pada 400-an M. Pada Abad Pertengahan Awal, banyak orang yang menganggap bahwa mereka masih berada di Kekaisaran Romawi dan masih sebagai orang Romawi, bahkan banyak pasukan yang menyerbu Romawi menganggap bahwa mereka juga orang Romawi. Menjadi orang Romawi begitu populer sehingga bahkan orang yang tidak pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi lama juga menganggap diri mereka adalah orang Romawi.
Ketika Kekaisaran Romawi mulai melemah, para kaisarnya menyewa orang-orang Jermanik untuk bertugas dalam pasukan Romawi. Secara berangsur-angsur, para tentara Jermanik ini masuk ke wilayah Kekaisaran Romawi dan bermukim di sana untuk kemudian menjadi penduduk Romawi. Suku Visigoth bermukim di Spanyol, suku Vandal di Afrika Utara, Ostrogoth di Italia, dan Franka di Prancis. Di Inggris, seseorang yang bernama Raja Arthur berusaha menghalau serbuan bangsa Anglia, Saxon, dan Denmark (Viking), tapi mereka juga berpindah ke Kekaisaran Romawi. Bersama-sama, para penyerbu ini bertempur membantu Romawi untuk menghalau serbuan suku Hun pada 451 M.
Pada 533 M, kaisar Romawi Timur, Justinianus, memutuskan untuk menyingkirkan semua penyerbu ini dan membangun kembali Kekaisaran Romawi seperti masa kejayaannya. Pasukannya merebut Afrika Utara dari suku Vandal, Italia dari Ostrogoth, dan sebagian Spanyol dari Visigoth. Namun perluasan Romawi Timur hanya berhenti sampai di situ, dan banyak penyerbu Jermanik lainnya masih berada di Kekaisaran Romawi. Peperangan bahkan semakin melemahkan Romawi Timur, dan pada 542 M wabah pes menimpa Konstantinoepl dan menyebar ke seluruh Eropa dan Afrika Utara, menewaskan jutaan orang. Pada 600 M, bangsa Lombard memanfaatkan ini untuk memasuki Italia, sedangkan bangsa Slav vergerak ke Eropa Timur.
Akan tetapi, bahkan pada masa ini masih banyak orang yang berupaya membangun kembali Kekaisaran Romawi. Pada 600-an M, Muslim berhasil menaklukan Yerusalem, Suriah, dan Afrika Utara, dan kemudian pada 711 M, Spanyol juga direbut. Pada 780 M, Charlemagne berusaha meniru Romawi. Ia menguasai Prancis dan Jerman, lalu menyebut kerajaannya Kekaisaran Romawi Suci. Di Timur, tepatnya di Rusia, bangsa Viking dan Slav bergabung untuk membangun sebuah kerajaan juga. Sementara sepanjang Abad Pertengahan Awal, di Konstantinopel, para Kaisar Romawi Timur masih secara rutin melakukan rapat dengan Senat, menonton pertandingan, dan menganggap bahwa kerajaan mereka adalah Kekaisaran Romawi yang sesungguhnya.
2.2  Latar Belakang Abad Pertengahan
Sejarah Eropa memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh sejarah bangsa lain,terutama dalam hal periodesasinya. Periodesasi sejarah Eropa di mulai dengan sejarah kuno dan Romawi,sejarah abad pertengahan,Zaman Renaisance dan zaman Eropa baru,pada jaman abad pertengahan bangsa Eropa. Eropa mengalami kemunduran dalam semua aspek kehidupan,pada masa sebelumnya yaitu jaman Yunani dan Romawi kuno bangsa Eropa sudah mencapai kehidupan yang relatif sudah maju pada jamanya. Hal tersebut merupakan keunikan yang terjadi pada sejarah Eropa,dimana masa yang lalu lebih maju di banding ke masa sesudahnya.
Awal abad pertengahan ditandai dengan jatuhnya kekaisaran Romawi dan kekaisaran Jerman lama. Pada masa ini terjadi peristiwa Perang Salib yang berakhir dengan pembagian terbaginya Yerusalem menjadi 3 wilayah: barat untuk Islam, timur untuk Kristen dan selatan untuk Yahudi. Kesusastraan dipegang terutama oleh golongan agama (Geistlichedichtung) dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Jerman tinggi kuno (Althochdeutsch). Masa ini disebut pula sebagai abad kegelapan (Dark Ages). Abad pertengahan (Jerman : Mittelalter) adalah sebuah masa yang terletak antara abad kuno dan abad modern. Merupakan masa peralihan di mana gereja bersama dengan raja menguasai kehidupan masyarakat Eropa secara ideologis.
Kedua Kaisar tersebut mempunyai perbedaan keadaan dan sifatnya, bangsa yang mendiami setelah Timur Laut Tengah lebih tinggi peradabanya di bandingkan bangsa yang mendiami sebelah Barat Laut Tengah atau Romawi Barat, karena wilayah barat sebagian besar didiami oleh bangsa yang kurang beradab oleh karena itu ketika terjadi perpindahan bangsa-bangsa, kedudukan Romawi Timur lebih kuat kedudukannya di bandingkan Romawi Barat. Karena serbuan bangsa-bangsa Jermania pada tahun 476 M. Kerajaan Romawi Barat Runtuh. Setelah kekaisaran romawi runtuh,wilayahnya terbagi menjadi Negara-negara kecil sepaerti :
ü  Kerajaan GOT barat di italia
ü  Kerajaan BOURGONDIA di Swiss
ü  Kerajaan GOT Timur di Spanyol
ü  Kerajaan Vandaal di afrika Utara
ü  Kerajaan Frangka di prancis,Belgia,Nedeerland dan jerman barat.
Diantara kerajaan kecil sesudah Romawi Barat runtuh yang kemudian menjadi kerajaan yang besar adalah Kerajaan Frangka.
 Latar belakang yang mengantarkan sejarah Eropa memasuki jaman abad pertengahan adalah kejadian atau peristiwa sejarah berawal dari adanya pembagian wilayah Romawi menjadi Romawi Barat dengan ibu kota Roma dan Romawi Timur yang beribu kota di Konstatikopel oleh Kaisar Theodosiun pada tahun 395 M. Pembagian itu berdasarkan kekhawatiran Kaisar Theodosiun jika dia meninggal kedua anaknya akan saling berebut kekuasaan, sepeninggal Kaisar Theodosiun Romawi dikuasai dua orang anaknya yaitu Honoriun di Romawi Barat dan Angalius di Romawi Timur.      
2.3  Pandangan tentang Abad Pertengahan
Zaman abad pertengahan di Eropa merupakan periode sejarah Eropa yang mengandung banyak pandangan dari ahli sejarah maupun di luar bidang sejarah. Pandangan-pandangan tentang abad pertengahan tersebut antara lain pandangan dari penulis-penulis sejarah pada jaman Renaisance sekitar tahun 1450 M. Menurut mereka jaman sejak jatuhnya kerajaan Romawi Barat Renaisance, mereka sebut “abad Pertengahan yang Gelap”. Jadi sebagai zaman selingan zaman abad pertengahan tidak ada artinya, karena menurut mereka peradaban yunani - Romawi hilang dari Eropa Barat sejak runtuhnya Romawi Barat dan zaman abad pertengahan kehidupannya kembali seperti zaman sebelum Yunani - Romawi.
Sedangkan para peneliti sejarah abad ke-16 mempunyai pandangan yang berbeda dengan para penulis zaman Renaisance. Para penulis abad pertenghan berpendapat bahwa abad pertengahan tidak dapat di pandang sebagai zaman biadab. Pandangan mereka berdasarkan bahwa ketika bangsa jerman muncul pada panggung sejarah mereka sudah meninggalkan “Zaman Liar”. Oleh karena itu, pada waktu zaman bangsa jerman menyerbu Romawi barat dengan mudah bisa mengalahkan romawi barat yang pada saat itu dalam keadaan belum kuat.
Jadi zaman abad pertengahan yang di anggap mengalami kemunduran bkan di sebabkan oleh bangsa jerman tetapi karena dominasi gereja (Nasrani). Secara umum dapat disimpulkan bahwa masa abad pertengahan yang sepintas lalu tidak menghasilkan atau tidak mempunyai kontribusi terhadap bnagsa Eropa yang sering ddi sebut dengan abad gelap / biadab disebabkan karena dominasi gereja. Para sejarahwan berpandangan bahwa menurut ilmu sejarah suatu sejarah merupakan kontinuitas dari periode-periode sebelumnya. Jadi suatu periode sejarah yang seikit perkembangannya atau di anggap merugikan kehidupan yang hidup pada zamanya tidak mungkin dikeluarkan begitu saja dari periode sejarah pada bangsa yang bersangkutan hal ini seperti yang terjadi pada sejarah Eropa khususnya pada abad pertengahan, jadi abad pertengahan tidak bisa dikeluarkan dari periodesasi sejarah Eropa karena walaupun sedikit bangsa yang hidup pada zaman abad pertengahan juga menghasilkan kebudayaan seperti halnya bangsa lain.
AGAMA NASRANI
Lahirnya ajaran nasrani
Agama nasrani di ajarkan oleh yesus di Palestina, lahirnya agama ini merupakan suatu proses yang terjadi pada bangsa yahudi yang pada waktu itu mengalami krisis dalam kondisi krisis tersebut muncul ramalan nabi yaitu antara keturunan daud akan ada yang menjadi mesian/ratu adil/juru slamet yang akan membimbing bangsa kembali kejayaan. Pada waktu itu kaisar romwi bermaksud mengadakan sensus penduduk ,maka semua pendudukromawi disarankan untuk datang ke ibu kotanya masing-masing diantara bangsa yahudi terdapat satu keluarga yaitu keluarga Yusuf dan Maria karena semua penduduk berdatangan di Ibu kota negara, maka Ibu kota menjadi penuh dan sangat ramai. Keluarga Yusuf kesulitan mencari tempat bermalam, akhirnya mereka menggunakan kandang domba untuk beristirahat.
Pada waktu itu maria sedang hamil tua, saat itu juga dia melahirkan di kandang domba anak yang dilahirkan Maria itu ternyata nanti menjadi orang besar, hal itu berdasarkan ramalan orang-orang yahudi. Anak maria tersebut kemudian bernama yesus, pada masa kanak-kanak dan masa remaja Yesus sudah menampakan sifat,sikap dan peilaku yang berbeda dengan teman-teman sebayanya. Ketika dia dewasa dia disuruh menjadi raja. Tetapi esus tidak bersedia karena dia hanya akan menjadi raja akhirat, bukan raja dunia. Karena menolak di jadikan raja,Yesus di fitna dan di tuduh akan mengangkat dirinya sebagai raja karena tuduhan tersebut yesus kemudian di salib,sesudah Yesus wafat dijelaskan oleh teman-teman yang disebut rasul-rasul. Ajaran nasrani didasarkan perilaku kemanusiaan seperti misalnya harus menyayangi musuh,tidak boleh saling menyakiti baik jasmani maupun rohani dan sebagainya. Ajaran nasrani mula-mula dalam bangsa arameah (bahasa yang digunakan yesus) tetapi kemudian ketika agama nasrani di anut oleh bangsa Yahudi gologan rendah,ajaran nasrani di tulis dalam bahasa Koine (bangsa yahudi rendah). Menurut paulus, yesus adalah putra tuhan yang datang di dunia untuk mati di atas saib dengan kematian itu dosa manusia di lebur oleh penganut ajaran nasrani yesus di anggap sebagai seorang Nabi yang melepaskan manusia dari belenggu dosa.
Agama Nasrani di Romawi
Bangsa Romawi mempunyai kepercayaan sendiri sebelum ajaran nasrani masuk ke romawi. Kepercayaan bangsa Romawi menyesuaikan diri dengan agama yunani yaitu percaya kepada Dewa. Dewa di anggap melindungi manusia. Agama negara menghendaki pengorbanan dan upacara dalam perkembangannya upacara dan perayaan keagamaan di rasakan hanya dapat merupakan manusia dari kesukaran hidup,bukan memecahkan masalah yang dihadapi. Dewa-dewa tidak memberikan jawaban atas rahasia hidup, maut, ketidak abadian, penderitaan manusia, untung nasib yang di alami manusia. Dikalangan bangsa Romawi baik golongan terpelajar maupun rakyat kemudian meninggalkan kepercayaanya kepada dewa dan beralih kepada kepercayaan yang di sebut religi misteri yang berasal dari mesir. Disamping itu penganut merasa benar-benar ikut dalam upacara itu. Tidak hanya sebagai penonton upacara yang diseleggarakan penderita. Pengertian hidup abadi kembali sesudah meninggal yang di berikan religi misteri pada penganutnya. Memberikan kepada mereka yang hidup miskin sengsara dan terbelenggu. Mereka mengharap akan mengalami moksa mempunyai keyakinan akan merasakan hidup bahagia di akhirat, sesudah berjuang beberapa abad, akhirnya agama nasrani dapat mengalahkan religi misteri yang pada waktu di anut oleh bangsa romawi.
Agama nasrani mempunyai corak yang serupa dengan religi misteri. Disamping itu agama nasrani juga mengajarkan moksa di dalam agama nasrani ada juga dewa yang di bunuh yaitu putra dari tuhan yang bangkit dari kemautan dan menjamin kebahagiaan abadi kepada orang-orang soleh sebagai hibura atas kesengsaraan di dunia dengan menggunakan anggur dan roti sebagai lambang upacara pesajian, maka orang seakan ikut serta dalam badan dan darah putra tuhan. Orang menganut agama nasrani sesudah mengalami pembabtisan. tetapi ada perbedaan antara religi misteri dengan agama nasrani. Religi misteri berkembang berdasarkan agama yahudi yang telah berabad-abad bersifat monotheistis. Dalam perkembangannya di Roma penganut nasrani semkin banyak mereka tidak mau tunduk pada perintah mengadakan upacara korban bagi negara karena masih mengaharapkan kerajaan tuhan, kaisar Romawi menganggap agama nasrani sebagai ancaman dan mulai menuntut penganutnya.




















BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Abad Pertengahan Awal berlangsung setelah runtuhnya Romawi, kira-kira pada 400-an M. Pada Abad Pertengahan Awal, banyak orang yang menganggap bahwa mereka masih berada di Kekaisaran Romawi dan masih sebagai orang Romawi, bahkan banyak pasukan yang menyerbu Romawi menganggap bahwa mereka juga orang Romawi. Menjadi orang Romawi begitu populer sehingga bahkan orang yang tidak pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi lama juga menganggap diri mereka adalah orang Romawi.
Ketika Kekaisaran Romawi mulai melemah, para kaisarnya menyewa orang-orang Jermanik untuk bertugas dalam pasukan Romawi. Secara berangsur-angsur, para tentara Jermanik ini masuk ke wilayah Kekaisaran Romawi dan bermukim di sana untuk kemudian menjadi penduduk Romawi. Suku Visigoth bermukim di Spanyol, suku Vandal di Afrika Utara, Ostrogoth di Italia, dan Franka di Prancis. Di Inggris, seseorang yang bernama Raja Arthur berusaha menghalau serbuan bangsa Anglia, Saxon, dan Denmark (Viking), tapi mereka juga berpindah ke Kekaisaran Romawi. Bersama-sama, para penyerbu ini bertempur membantu Romawi untuk menghalau serbuan suku Hun pada 451 M.
Awal abad pertengahan ditandai dengan jatuhnya kekaisaran Romawi dan kekaisaran Jerman lama. Pada masa ini terjadi peristiwa Perang Salib yang berakhir dengan pembagian terbaginya Yerusalem menjadi 3 wilayah: barat untuk Islam, timur untuk Kristen dan selatan untuk Yahudi. Kesusastraan dipegang terutama oleh golongan agama (Geistlichedichtung) dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Jerman tinggi kuno (Althochdeutsch). Masa ini disebut pula sebagai abad kegelapan (Dark Ages). Abad pertengahan (Jerman:Mittelalter) adalah sebuah masa yang terletak antara abad kuno dan abad modern. Merupakan masa peralihan di mana gereja bersama dengan raja menguasai kehidupan masyarakat Eropa secara ideologis.

DAFTAR PUSTAKA
Ahyani Nur,Dra,2006,Sejarah Eropa,Palembang.
Djaja Wahyuni,2012,Sejarah Eropa,Yogyakarta,Penerbit Ombak.
Wikipedia.2011.http://id.wikipedia.org/wiki/Abad Pertengahan/diakses tanggal 27-02-2014




Makalah Manajemen Pimpinan Sebagai Wakil



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Persoalan kepemimpinan selalu memberikan kesan yang menarik. Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, sikap dan gaya yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin yang baik. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahkan suatu ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting.
2.1. Rumusan Masalah
Adapun rumusan dalam makalah ini, yakni :
1.  Apa yang dimaksud dengan pimpinan sebagai wakil ?
2.  Apa yang dimaksud dengan juru bicara organisasi ?

BAB II
PEMBAHASAN


2.1. PIMPINAN SEBAGAI WAKIL
Tidak akan ada yang mempersoalkan kebenaran pendapat yang mengatakan bahwa dalam usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya, tidak ada organisasi yang bergerak dalam suasana terisolasi. Artinya, tidak ada organisasi yang akan mampu mencapai tujuannya tanpa memelihara hubungan yang baik dengan berbagai pihak di luar organisasi yang bersangkutan sendiri.
            Pimpinan sebagai wakil yakni seorang pemimpin yang  membawa nama baik baik lembaga, perusahaan, organisasi ataupun yang lainnya dalam melakukan baik pertemuan, kerjasama, dan lain sebagainya.
            Pada tingkat negara yang juga merupakan suatu organisasi sekalipun, pemeliharaan hubungan itu dewasa ini sudah diterima sebagai keharusan mutlak, baik pada tingkat regional maupun pada tingkat global dan menyangkut berbagai segi kepentingan, seperti kepentingan ekonomi, kepentingan pertahanan dan keamanan, kepetingan politik dan bahkan juga kepentingan sosial budaya. Berbagai negara yang terikat dalam fakta, “masyarakat” atau asosiasi seperti NATO di bidang militer bagi negara-negara yang terdapat di kawasan Atlantik Utara, Pakta Warsawa di bidang militer bagi negara-negara Eropa Timur dan Uni Sovyet, Masyarakat Ekonomi Eropa, Asean dan lain sebagainya, adalah beberapa contoh dari kebutuhan memelihara hubungan tersebut. Kebutuhan ini timbul sebagai kenyataan karena dalam konstelasi dunia seperti yang ada sekarang ini, memang tidak ada lagi satu negarapun di dunia yang akan mampu mencapai tujuan nasionalnya tanpa berhubungan  dengan berbagai negara lainnya. Pimpinan negaralah yang bertindak sebagai wakil dan juru bicara negaranya dalam dalam berhubungan dengan negara lain.
            Prinsip yang sama berlaku bagi suatu instansi pemerintahan dalam satu negara. Dengan bertitik tolak dari kenyataan bahwa satu instansi pemerintah mempunyai wewenang melaksanakan tugas-tugas pengaturan dan berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak ada satu pun instansi pemerintah yang dapat menjalankan wewenangnya dengan baik dan memberikan pelayanan yang menjadi tanggung jawabnya dengan memuaskan tanpa memelihara hubungan yang baik dengan berbagai pihak, didalam dan diluar pemerintahan yang bersangkutan. Dalam menjalankan kegiatan-kegiatan pengaturan, misalnya, tidak ada satupun  instansi pemerintah yang betul-betul “berdiri sendiri” karena selalu ada instansi terkait. Kalau orang sering berbicara  tentang koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, hal itu adalah karena terlibatnya berbagai instansi  dalam penyelenggaraan sesuatu tugas tertentu, meskipun ada satu instansi yang paling bertanggung jawab dan karenanya berperan sebagai koordinator. Pemeliharaan hubungan itu bukan hanya dalam menyelenggarakan tugas-tugas pengaturan, akan tetapi juga dalam memberikan pelayanan. Bahkan pemeliharaan hubungan dengan pihak yang diatur dan yang dilayani pun perlu terpelihara dengan baik.
            Hal senada dapat dikatakan tentang suatu organisasi niaga atau perusahaan, baik yang menghasilkan barang maupun jasa. Banyak pihak diluar organisasi dengan siapa hubungan yang baik mutlak perlu dipelihara, apakah itu para pelanggan atau konsumen yang sering dikenal dengan istilah “clintele groups” atau pihak-pihak yang disebut “stakeholders” yang terdiri dari :
a.       Para pemilik modal
b.      Pemasok bahan mentah atau bahan baku
c.       Para penyalur, yaitu distributor dan agen
d.      Lembaga-lembaga keuangan, seperti bank
e.       Instansi pemerintahan yang mempunyai kewenangan mengatur dan memberikan pelayanan dalam bidang di mana perusahaan bergerak.



2.2. JURU BICARA ORGANISASI
Kebijaksanaan dan kegiatan organisasi perlu dijelaskan kepada berbagai pihak tersebut dengan maksud agar berbagai pihak ini mempunyai pengertian yang tepat tentang kehidupan organisasional perusahaan yang bersangkutan. Pengertian yang tepat diharapkan bermuara pada pemahaman dan pemberian dukungan yang diperlukan, bertolak dari kepercayaan berbagai pihak tersebut terhadap kemampuan organisasi memenuhi berbagai kepentingan yang diwakili oleh pihak-pihak yang berkepentingan itu. Yang paling bertanggung jawab untuk berperan sebagai wakil dan juru bicara perusahaan dalam hubungan dengan berbagai pihak tersebut adalah pimpinan perusahaan.
Organisasi-organisasi politik pun tidak terlepas dari kemutlakan pemeliharaan hubungan dnegan berbagai pihak, seperti para anggota, simpatisan yang pandangan politiknya sebada atau sama dengan pandangan resmi organisasi politk yang bersangkutan yang biasanya dikenal dengan istilah “target groups” dan berbagai pihak di kalangan pemerintahan. Pemeliharaan hubungan itu meningkat dan memuncak pada saat-saat diselenggarakannya pemilihan umum. Akan tetapi sesungguhnya dalam kenyataan pemeliharaan hubungan tersebut tetap berlangsung terus-menerus meskipun dengan tempo dan intesitas yang berbeda-beda, tergantung pada sasaran yang ingin di capai.pemeran utama dalam pemeliharaan hubungan tersebut adalah pimpinan organisasi politikyang bersangkutan.
Sasaran pemeliharaan hubungan seperti telah di bahas di muka adalah agar berbagai pihak yang berkepentingan itu :
a.       Mempunyai persepsi yang tepat teoat tentang citra organisasi yang bersangkutan
b.      Memahami berbagai kebijaksanaan yang di tempuh oleh organisasi dalam rangka pencapaian tujuannya.
c.       Mencegah timbulnya salah pengertian tentang arah yang hendak ditempuh oleh organisasi.
d.      Pada akhirnya memberikan dukungan kepada organisasi.

Karena pentingya pemeliharaan hubungan demikian itulah timbul timbul teori “hubungan masyarakat” yang mengatakan bahwa pada hakikatnya setiap anggota organisasi sesungguhnya turut bertanggung jawab atas terpeliharanya hubungan yang baik antara organisasi dengan “masyaraktnya” dan tidakk semata-mata merupakan tanggung jawab para pejabat dan petugas di lingkungan satuan kerja yang disebut “hubungan masyarakat” (public relations)
Akan tetapi pada bentuk dan tingkat yang formal, tidak semua anggota organisasi mempunyai wewenang untuk mengadakan hubungan keluar dengan berbagai pihak yang ada hubungannya dengan organisasi yang bersangkutan. Bahkan tidak pada semua tingkat jabatan pimpinan.
Berarti bahwa pada analisa terakhir, pimpinan puncak organisasilah yang menjadi wakil dan juru bicara resmi  organisasi dalam hubungan dengan berbagai pihak diluar organisasi. Sebagai wakil an juru bicara resmi organisasi, fungsi pimpinan tidak terbatas pada pemeliharaan hubungan baik saja, tetapi harus membuahkan perolehan dukungan yang diperlukan oleh organisasi dalam usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya.
Salah satu konsekuensi logis dari fungsi demikian ialah bahwa seoarang pimpinan mutlak perlu mengetahui bukan saja bagaimana merumuskan kebijaksanaan strategik, akan tetapi juga berbagai keputusan lain yang telah diambil oleh para pejabat pimpinan yang lebih rendah. bahkan lebih dari itu. Dituntutut pula pengatahuan yang memadai tentang berbagai kegiatan  yang berlangsung dalam organisasi sebagai pelakasanaan dari berbagai keputusan yang telah diambil. Pengetahuan demikian akan memungkinkannya memberikan penjelasan yang diperlukan sedemikian rupa sehingga berbagai sasaran yang telah disinggung dimuka tercapai.
Artinya, dengan demikian persepsi yang tepat dari berbagai puhak dapat ditimbuhkan, seluruh kebijaksanaan yang ditempuh serta latar belakangya dapat dipahami, salah pengertian tercegah timbulnya atau bila telah sempattimbul dapat dihilangkan, dukungan yang diperlukan dapat doproleh.
Pemimpin harus mampu menjalin dan memelihara hubungan baik dengan pihak-pihak diluar oragnisasi sehingga berbagai pihak yang berkepentingan :
1.      Mempunyai persepsi yang tepat tentang citra organisasi yang dipimpin.
2.      Memahami sebagai kebijakan yang ditempuh organisasi dalam pencapaian tujuannya.
3.      Mencengah timbgunya salah pengertian tenatng arah yang hendak ditempu oleh organisasi.
4.      Memberi dukungan kepada organisasi.

























BAB III
PENUTUP

3.I. Kesimpulan
1.      Pimpinan sebagai wakil yakni seorang pemimpin yang  membawa nama baik baik lembaga, perusahaan, organisasi ataupun yang lainnya dalam melakukan baik pertemuan, kerjasama, dan lain sebagainya.
2.      Kebijaksanaan dan kegiatan organisasi perlu dijelaskan kepada berbagai pihak tersebut dengan maksud agar berbagai pihak ini mempunyai pengertian yang tepat tentang kehidupan organisasional perusahaan yang bersangkutan. Pengertian yang tepat diharapkan bermuara pada pemahaman dan pemberian dukungan yang diperlukan, bertolak dari kepercayaan berbagai pihak tersebut terhadap kemampuan organisasi memenuhi berbagai kepentingan yang diwakili oleh pihak-pihak yang berkepentingan itu. Yang paling bertanggung jawab untuk berperan sebagai wakil dan juru bicara perusahaan dalam hubungan dengan berbagai pihak tersebut adalah pimpinan perusahaan.
Pemimpin harus mampu menjalin dan memelihara hubungan baik dengan pihak-pihak diluar oragnisasi sehingga berbagai pihak yang berkepentingan :
1.      Mempunyai persepsi yang tepat tentang citra organisasi yang dipimpin.
2.      Memahami sebagai kebijakan yang ditempuh organisasi dalam pencapaian tujuannya.
3.      Mencengah timbgunya salah pengertian tenatng arah yang hendak ditempu oleh organisasi.
4.      Memberi dukungan kepada organisasi.




Daftar Pustaka

Eyu, Liyanti, 2012, pemimpin-formal-dan-informal-fungsi, [Online]. Tersedia: http://eyuliyanti8.blogspot.com/2012/06/pemimpin-formal-dan-informal-fungsi.html
P Siagian, Sondang, 2010, Teori dan Praktek Kepemimpinan, Jakarta, Rineka Cipta

a.        
b.       
c.        

MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA PBL KURIKULUM MERDEKA

  MODUL AJAR   PENDIDIKAN PANCASILA   Disusun Oleh : Nama                : Dedek Erja Juniarti, S.Pd NIM                 : 2...